3 Minggu yang penat

Aku menulis ini setelah menyelesaikan 3 minggu yang.... GAK MAU LAGI AKU ULANG T-T. Betul, aku sungguh-sungguh. Menyiksa, dan kalau bisa aku ngga perlu mengengok ke belakang lagi. Tapi akan aku jadikan pengalaman yang tak akan terlupakan. 

3 Minggu dari tanggal 20 Oktober sampai 8 November aku menjalani hari-hari bekerja 16 jam, tidur 3 jam di rumah + 1 jam di kantor + 30 menit setelah solat zuhur + 30 menit setelah solat asar + 1 jam setelah solat maghrib. Lumayan juga, walaupun tentu saja kualitasnya buruk sekali. Kadang-kadang aku harus berperang tempat di tikar lisa frozen atau kasur apek musholla demi menyelipkan 1 kuota untuk tubuhku tidur. Di pagi hari aku biasanya tidur di depan laptop bersama boneka pikachu 30ribuan milikku. Kadang-kadang Kak Dika (tetangga mejaku) melihat sampai air liurku menetes. Biar saja, meski malu tapi kesempatan tidur itu berharga jadi enggan aku lewatkan.

Belum lagi dalam 3 minggu itu juga aku harus beradaptasi, terseok-seok dan melakukan kesalahan-kesalahan brutal dan dosa-dosa besar di perusahaan baruku. Selain stres dalam adaptasi, aku membuat gonjang-ganjing orang IT disana. Hehe. Tenang saja, aku sudah minta maaf dan semoga mereka tidak setengah hati memaafkan.

Singkat cerita, aku menyelesaikan 3 minggu tersebut dengan babak belur. Untungnya, memang kesulitan itu tidak selamanya. Setelah terbentur terbentur aku akhirnya lumayan terbentuk meski tentu belum bisa dikatakan 100%. Tapi setidaknya lebih baik.

Begitu aku menyelesaikan hari terakhirku di kantor lama, rasanya lega sekaligus sedih. Lega karena akan menyudahi kantuk pusing dan perasaan akan mati cepat yang aku alami, tetapi sedih karena sungguhhhh aku akan merindukan semua teman-teman dan suasananya. Benci sekali aku jadi satu-satunya yang tidak mendengar semua kelucuan disana, juga tidak lagi menjadi salah satu yang memesan aneka makanan dan barang-barang baru terupdate. Sayang sekali, tapi meski begitu setidaknya mereka tidak jauh, dan begitulah rasa syukur tetap aku bingkai dengan keberadaan mereka di dalamnya. 

Untuk sekarang, ini adalah minggu ke-5 di tempat baru sekaligus minggu ke-2 aku menjalani pekerjaan WFH tanpa double job. Minggu pertama aku benar-benar belum terbiasa, tapi minggu ke-2 aku sudah bisa mengikuti ritmenya, dan bagaimana supaya aku tidak mati kebosanan di rumah karena sebelumnya aku selalu bertemu teman-teman dari senin-sabtu. Mungkin update selanjutnya akan mengenai kegiatan-kegiatanku di rumah dan rencana ngasal yang aku buat untuk tahun depan. See you!

Komentar

Postingan Populer