Kabur dari Aturan
Sebenarnya beberapa waktu terakhir ini jantungku ngga merasa aman. Sejak sebulan lalu aku rutin membuka aplikasi pencari kerja untuk mencoba peruntungan di bidang lain, pekerjaan Remote. Singkatnya, aku sedang ingin kabur dari tempat sekarang.
Semua ini perkara aturan nyeleneh yang sungguh buat skoliosisku bisa melengkung lagi beberapa derajat, dan membuat aku lama-lama lupa isi dunia luar di siang hari bagaimana rupa. Padahal setahun lalu masih baik-baik saja. Aku bersenang-senang sambil pusing, tapi saat ini kesenanganku terasa lebih singkat dan pusingku jadi makin padat.
Ini dia aturannya:
1. Telat denda 10.000/menit (masuk akal untuk gertakan, sayangnya kalau lebih dari 15 menit lebih baik aku belok ke klinik untuk bayar surat izin sakit)
2. Tidak boleh menggunakan Make Up (Saat ini pembuat aturan sudah bertobat, kami sekarang memakai make up, tetapi hanya boleh touch up di kamar mandi atau di ruang istirahat. Padahal ini kantor, dan kegiatan ini tidak menguras waktu bekerja)
3. Tidak boleh pakai parfum (Aku lebih baik ngga make up daripada ngga wangi. Untungnya tuhan menghadirkan pembuat deo)
4. Setiap keluar harus mencatat di buku keluar, walaupun di jam istirahat (Rasanya seperti kerja di pabrik)
5. Berleha-leha di ruangan kerja tidak diperbolehkan bahkan saat jam istirahat.
6. Pakai ID card selalu (Masuk Akal)
7. Hanya boleh makan makanan di ruang istirahat makan, dan di jam 12.00-13.00 dan 15.00-15.30. Selain dari itu di meja kerja hanya ada alat kerja, dan tumblr air putih.
8. Ada ketentuan berpakaian (Masuk Akal)
9. Merokok maksimal 15 menit, Ngevape 5 menit/jam (Aku memandang ini masih fair, tapi perokok agaknya keberatan karena dilarang bekerja dengan kebutuhannya)
Dan ada beberapa peraturan lainnya tetapi tetap bisa aku terima.
Pokoknya membuatku seperti tercekik secara tidak langsung. Satu-satunya hal yang menyenangkan dari tempat ini adalah rekan kerjaku yang lucu-lucu, cerita seputar wc kantor yang tak pernah kehabisan turis, dan juga antrian jenis makanan baru yang harus kita coba hari esok. Setidaknya masih selalu ada alasan untuk menunggu dan melewati waktu dengan gembira.
Aku mencintai bagaimana manusia-manusia di dalamnya memberikan warna, meski pemilik pemiliknya mencoret coret warna itu di waktu tertentu. Sungguh ironi, kadang aku berpikir mereka kesepian, tidak punya teman, atau ngga mengerti cara menikmati hidup.
Jadi sejak sebulan lalu aku mencari kesempatan untuk mendua. Mencari penggantinya, dan lantas akan aku tinggalkan. Aku ngga sendiri, semua isi ruanganku melakukan hal yang sama. Keberuntunganku rasa-rasanya memang sejalan dengan usaha yang aku cicil selama ini. Selama 1 tahun lebih mengejar kesempatan untuk kerja remote akhirnya aku diberi kesempatan oleh tuhan mengejar mimpi tersebut. Aku interview 2x pakai bahasa inggris, pegal sekali rasanya tapi ntah kenapa seru. Aku berceloteh dan berkelakar, berusaha menjawab sebagaimana pengalamanku, dan ternyata asik juga. Seperti ada di podcast dan aku bintang tamunya. Aku berhasil menapakkan diri ke interview ke 3 alias final, yang ternyata itu bukanlah interview. Aku berhasil menjadi salah satu yang terpilih, dan ada 2 orang lainnya. Senang sekali rasanya, sekaligus takut dan sedih.
Yang pertama, kesenanganku sudah pasti karena aku akan kerja remote, ngomong bahasa inggris sehari-hari (yang aku juga ngga terlalu bisa tapi aku terima tantangan hidup itu! :D), ketakutanku karena aku belum pernah resign sebelumnya, dan kesedihanku karena aku meninggalkan teman-teman lucuku dan semua cerita-cerita yang ada di ruanganku.
Lalu apa yang buat jantungku rasanya ngga aman?
KONTRAKNYA BELUM DIKIRIM!!! Katanya terakhir hari Jum'at ini dan ini harusnya jadi hari terakhir aku menunggu :((((((
HAAAAAAAAAAAAA sungggguuuuuhh rasanya 1 jam biasanya sebentar, ini rasanya kaya lebih lama dari nunggu jam pulang 16.55 ke 17.00. Setiap detik nafasku berat.
Doakan kontrakku keluar hari ini, jadi aku ngga membual sama orangtuaku kalau aku beneran dapat kerja baru :(
Nanti aku update lagi yaa
BYEE
3-10-2025
Komentar
Posting Komentar