2 Minggu Sebelum Melepas Tempat Kesayanganku

 Rasanya aku harus meminta maaf terus karena ngga bisa memenuhi janjiku memosting cerita hidup seminggu sekali.

Postingan kali ini aku buka dengan keluhanku dan kebersyukuranku menjalankan dua pekerjaan. Ternyata diantara orang-orang yang bekerja keras, dan tidur sedikit aku yang menjadi salah satunya. Terhitung seminggu kemarin aku sudah aktif menjalankan pekerjaan 16 jam sehari. Rasanya sungguhhhhhhhhh terasa sangat panjang dan sangat mengantuk, dan sangat menegangkan! 

Tapi di lain sisi aku bersyukur, setidaknya ada cerita baru yang mungkin ga semua orang lewati pengalamannya, kan? Aku bekerja dari jam 9 pagi - 5 petang untuk memenuhi tanggung jawab di kantor lamaku sampai tanggal 8 November 2025, dan lantas meneruskan pekerjaan di kantor baru pukul 8 malam - 4 pagi. Rasanya semua orang harus tau alasanku mengantuk setiap pagi di meja kantorku, menyisakan laptopku yang setia menonton ubun-ubun kepalaku untuk 1 jam pertama di pagi hari. Aku bersyukur walaupun lelah, aku bersyukur karena mempelajari hal baru setiap hari dan bersyukur karena pengorbananku setiap malam menghasilkan skill baru yang tidak semua orang miliki pula. Aku meyakini malam-malamku yang terasa sangat panjang saat ini akan menghadiahkanku kehidupan yang tenang di masa-masa kedepannya, dan semoga 'kedepannya' ini tidak akan jauh dari masa sekarang. Meski begitu mendamba, aku tetap menikmati setiap waktuku saat ini.

Selain dari ranah pekerjaan, aku saat ini sedang rutin ke psikolog setiap bulan dengan pasanganku. Dalam rangka memperbaiki hubungan kami berdua, dan tentu agar kami berdua terasa lebih penuh dan hadir baik untuk diri masing-masing dan juga pasangan.

Akhir minggu kemarin aku tutup dengan datang ke tempat pijat dengan tujuan utama memanjakan tubuhku yang tegang selama lebih dari seminggu, membeli matcha strawberry karena aku suka, dan makan 20 tusuk sate taichan yang jarang bisa aku nikmati di hari-hari lain. 

Minggu ini aku fokus menjalankan setiap tanggungjawabku, berusaha menutup chapter terakhirku di kantor lama dengan sebaik mungkin, dan menunggu penggantiku datang dan tak sabar melihat potensi terbaiknya kedepan nanti. Aku yakin dia anak muda yang gemilang, dan penuh dengan karya.

Aku ngga bisa berjanji menulis di minggu depan, tapi doakan aku ingat harus menjalankan apa yang sudah aku mulai.

Sampai jumpa!

Komentar

Postingan Populer